bahaya hutang dalam Islam | Himamtour
Di antara doa yang sering dibaca oleh Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
“Yaa Alloh aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.”
Para sahabat bertanya:
“Wahai Rosululloh, mengapa engkau sering meminta perlindungan dari hutang?”
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam menjawab:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
“Sesungguhnya seseorang yang (biasa) berhutang, jika bicara dia akan berdusta dan jika berjanji dia akan mengingkari.”
H.R. Al-Bukhari dan Muslim
Saat engkau berlari dari hutang dan dia tidak lagi berusaha mengejar, jangan tersenyum seakan-akan engkau telah memenangkan pertandingan.
Ingatlah, bukan berarti dia tidak membutuhkan atau telah melupakan. Bisa jadi dia bersimpuh dan memasrahkan urusannya kepada Allah Ar-Rahmaan.
Keadilan dan balasan pasti akan ditegakkan. Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
“Jiwa seorang mu’min masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.”
H.R. Ahmad dan At-Tirmidzi
Peringatan dalam hadits-hadits ini menunjukkan bahwa hutang bukanlah perkara ringan. Seorang muslim hendaknya berusaha menjaga amanah, segera melunasi hutang apabila telah mampu, serta tidak meremehkan hak orang lain. Menjaga kejujuran, menepati janji, dan menyelesaikan kewajiban merupakan bagian dari akhlak seorang mukmin.

