ilmu diangkat ulama dalam Pandangan Hadits Nabi
Rosululloh Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.”
H.R Albukhoori
Hadits ini menjelaskan bahwa ilmu diangkat ulama bukan dengan dihilangkannya ilmu secara tiba-tiba, tetapi dengan diwafatkannya para ulama yang menjadi penjaga ilmu tersebut. Ketika para ulama telah tiada, maka ilmu diangkat ulama benar-benar terasa dalam kehidupan umat, karena tidak ada lagi rujukan yang benar dalam memahami agama.
Dalam kondisi seperti itu, manusia akan mulai kehilangan arah. Mereka mencari jawaban dari orang yang tidak memiliki kapasitas ilmu, sehingga muncul fatwa tanpa dasar yang benar. Inilah yang menyebabkan kesesatan, karena ilmu diangkat ulama bukan hanya hilangnya ilmu, tetapi hilangnya penjaga ilmu itu sendiri.
Oleh karena itu, keberadaan ulama sangat penting dalam menjaga kemurnian ajaran agama. Selama ulama masih ada, umat memiliki pegangan yang jelas. Namun ketika ilmu diangkat ulama, maka fitnah dalam agama semakin mudah muncul karena orang berbicara tanpa ilmu yang sahih.

