Orang Berakal Menurut Para Ulama
Berkata Sufyan ibn Uyainah rohimahulloh:
“Orang berakal” bukanlah yang sebatas mengetahui kebaikan dan keburukan, akan tetapi mereka yang melihat kebaikan kemudian mengikutinya dan melihat keburukan kemudian menjauhinya.
Attuhaf Bilma’tsuuri ‘aniSsalaf hal. 31
Perkataan ini menjelaskan bahwa akal yang benar bukan hanya tentang kemampuan membedakan mana yang baik dan buruk. Banyak orang mengetahui kebaikan, namun tidak mengamalkannya. Banyak pula yang memahami keburukan, namun tetap melakukannya.
Orang yang benar-benar berakal adalah mereka yang menjadikan ilmunya sebagai petunjuk dalam amal. Ketika mengetahui suatu kebaikan, ia berusaha mengikutinya. Dan ketika mengetahui suatu keburukan, ia berusaha menjauhinya karena takut kepada Allah.

