Bersyukur Saat Tertimpa Musibah
Syuraih rohimahulloh berkata:
“Sesungguhnya aku jika tertimpa musibah, bersyukur kepada Allah atas 4 hal:
- Bersyukur karena tidak mendapatkan musibah yang lebih besar.
- Bersyukur karena diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.
- Bersyukur dapat beristirja’ (mengucapkan Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ūn) dan mengharapkan pahala atasnya.
- Bersyukur karena Allah tidak menjadikan musibah tersebut dalam perkara agamaku.”
Siyar A’lām an-Nubalā’ (4/105)
Perkataan Syuraih rohimahulloh ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tetap dapat menemukan alasan untuk bersyukur, meskipun sedang tertimpa musibah. Musibah bukan hanya dipandang sebagai ujian, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melihat banyak nikmat Allah yang masih diberikan.
Empat bentuk syukur yang beliau sebutkan menunjukkan bahwa setiap musibah masih menyimpan kebaikan, selama agama tetap terjaga, hati diberi kesabaran, lisan tetap mengingat Allah, dan musibah tersebut tidak lebih berat daripada yang telah terjadi. Sikap seperti inilah yang membantu seorang muslim menghadapi musibah dengan penuh harap kepada Allah.

