Nikmat Lupa yang Jarang Disadari
Ibn al-Qayyim rohimahulloh berkata:
“Di antara nikmat Allah yang paling menakjubkan adalah nikmat lupa, tanpanya:
- Tidak akan pernah ada yang terlupakan,
- Penyesalan tidak akan pernah berakhir,
- Tidak ada yang terhibur dari musibah,
- Kesedihan tidak akan pernah mati.”
“Lupa” pun bagian dari kenikmatan yang harus disyukuri.
Miftah Daarussa’aadah (2/236)
Perkataan ini menunjukkan bahwa tidak semua bentuk lupa adalah keburukan. Dalam banyak keadaan, lupa justru menjadi rahmat dari Allah bagi manusia agar hati mampu kembali tenang setelah kesedihan, musibah, dan penyesalan yang berat. Manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi beban hidup. Karena itu, Allah memberikan nikmat lupa agar seseorang tetap mampu melanjutkan kehidupannya, bangkit dari kesedihan, dan tidak terus tenggelam dalam luka masa lalu.
Nasehat Lain
Tidak Boleh Safar dengan Niat Ibadah Kecuali ke Tiga Masjid
Tergesa-Gesa adalah Ibu dari Segala Penyesalan
Tangan dan Air Mata dalam Persaudaraan
Paket Kami

